Kamis, 26 Februari 2015

Choi minho


“Choi Minho”
(Shinee)

Kenapa Choi Minho  lebih pendiam dari anggota Shinee yag lain?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_fzoCLJvseind350RNiZ5-zifSWSp_luhBos6f6TOaShr857m59G8b5nZfrf5mwQTwkRhhpkO6ZteAy8Q1Ussa1Uola6csqpRA1DHm48rZo0HCzL56jilsgruaKY-cCYMl5ti1dUY0II/s400/306122_365421996849089_237862456271711_1043474_1747217520_n.jpg
” Choi minho adalah anak yang paling muda di keluarganya. dia punya kakak laki-laki, dan dibesarkan untuk mendengar baru kemudian bicara, bukan sebaliknya. Maksudnya, dia diajarkan oleh ibunya untuk menjadi seorang pengamat dan pendengar, karena kakaknya adalah anak laki-laki pertama dari garis keturunan pihak ayahnya setelah 30 tahun, jadi dia adalah pusat perhatian sementara minho menikmati hari-harinya berada di samping kakaknya  menjadi teman yang baik untuk kakanya saat dia sedang kesusahan, selalu ada untuk ibu dan ayahnya saat mereka membutuhkan … meskipun minho bukan anak yang cukup baik bagi
mereka. Itu kenapa minho lebih banyak diam, karena dia cenderung untuk mendengarkan daripada bicara.

 “Minho dikenal sebagai orang yang sangat kompetitif.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIaA8uJ_xQEofF1YxZG56VwD6fZpiLkzxnsrXhqIpW9lJp8gmqGFU61lNl5kPIDQUYUp13oWMM0p41A1adjqdJweD8ETO1VmuLZ9VRpw4Oruw4uOBVsvtFYiT5J13cn0gfouwb_rGaHGw/s400/60a2a23752602f8ed2a2d36.jpg
“Saat Minho kecil … dia ingin menjadi seorang pemain bola profesional. dia sangat suka olahraga sampai ke titik di mana dia ingin menguasai segala hal tentang sepak bola, dan ikut serta dalam setiap pertandingannya. Kehausannya untuk menang tidak pernah terpuaskan hingga itu membuat keluarganya khawatir. Suatu hari, ayahnya berkata bahwa dia menentangku mengejar hal yang sangat kuinginkan pada saat itu, dan kenyataan itu membuatku hancur. Ayahnya tidak ingin dia menjadi pemain sepak bola. Dia berkata bahwa berkarir sebagai seorang atlet tidaklah mudah, dia tau hal itu karena dia sendiri adalah pelatih sepak bola. Saat itu dia sangat bingung dan tidak tau apa yang harus dia lakukan dan ketika dia sudah bisa berpikir jernih, dia memutuskan untuk tidak akan pernah berhenti berjuang pada tiap hal yang dia lakukan. Saat dia lakukan sesuatu, akan dia lakukan hal itu dengan sepenuh hati, meskipun orang-orang di sekitarnya berkata hal itu tidak mungkin, dia tidak akan pernah mempercayai mereka dan tetap percaya pada pada dirinya sendiri. Memperjuangankan sesuatu seolah itu adalah akhir perjuanganmu... seperti tidak akan ada lagi kesempatan bagimu untuk melakukannya di lain waktu. Itulah yang memicu sisi kompetitif di dalam dirinya .. Jika dia kalah, dia akan sangat kecewa, terus menyalahkan dirinya karena kekalahan itu, dan tidak henti berkata pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukannya lebih baik di lain waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar