Kamis, 26 Februari 2015

Sahabat


“Sahabat Terindah”
Sahabat…
Kau selalu ada disaat aku senang
Kau selalu ada disaat aku sedih
Apapun yang terjadi
Kau selalu ada disampingku
Untuk menghiburku
Dan membuat aku tersenyum
Dan…
Disaat aku terluka
Aku merasa kuat
disaat ada kau disampingku
sedih…
jika aku teringat
suatu saat kita akan terpisah
karena kita akan segera lulus dari sekolah kita
aku selalu berharap
hari-hari ini selalu tiba
dan tidak akan pernah hilang
aku selalu ingin bercanda dengan kalian
tertawa bersama
senang bersama
dan dikala sedih
kau selalu ada disampingku
untuk memberiku semangat
kau tidak akan pernah terlupakan
kau selalu ada dihatiku
yang tidak sedikitpun boleh aku lupakan…

Buah khas kalimantan


”Ramania­_Buah khas Kalimantan selatan”
index.jpg
Buah apa yang khas didaerah kamu ?
Nah,disini saya akan bercerita tentang buah khas kalimantan selatan yaitu Ramania. Buah ini banyak sekali dijumpai dikalimantan selatan, biasanya buah ini banyak dijumpai dipasar-pasar didaerah Kalimantan/daerah khususnya Balangan saat sedang musim buah. Buah ini biasanya dibikin jadi rujak atau orang Kalimantan biasa menyebutnya pancukan. Disaat mentah buah ini rasanya asam seperti mangga dan manis jika sudah matang. Buah ini waktunya hijau disaat mentah dan kuning jika sudah matang/masak. Buah ini bentuknya bulat dan mempunyai biji didalamnya. Dan biasanya pohon buah ini tingginya bisa mencapai 10 meter lebih dan diameter pohon ini bisa mencapai 1 meter dan jika sudah musim berbuah, ramania bisa berbuah hingga ratusan bahkan sampai ribuan setiap pohonnya. Pada saat mentah buah ini tidak hanya disajikan sebagai rujak tapi juga biasa dibuat masyarakat untuk pelengkap saat makan ikan bakar (cacapan) dan paling enak dimakan dengan nasi yang panas.

Makanan Khas Kalimantan

“Cara memasak mandai makanan khas Kalimantan”
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRKUP5HmSG-6kwIZyDTq99uZBlT_ZOWHW0xwE4ftaxyIYqBjbnBgw
Ø Bahan
Kulit cempedak yang sudah dibersihkan (mandai), minyak goring
Ø Bumbu
1. Bawang merah
2. Bawang putih
3. Lombok merah/hijau
4. Gula dan penyedap rasa, semua bumbu secukupnya.
Ø Cara membuat :
1. kulit cempedak yang sudah dibersihkan dipotong-potong, besarnya tergantung keinginannya ada yang suka potongan besar ada juga yang kecil-kecil.
2. bumbu-bumbu dikumpulkan kemudian dihaluskan bersamaan.
3. campurkan mandai tadi ke dalam bumbu, dioles-oles atau cara apa saja yang penting mandai dan bumbu menyatu.
4. panaskan minyak goreng, tunggu sampai panasnya merata agar menggoreng mandainya mudah.
5. yang terakhir gorenglah mandai di dalam minyak yang sedang panas-panasnya untuk mendapatkan hasil yang aduhai :)

Cara menyajikan mandai sama seperti menyajikan lauk lainnya, cukup dihidangkan di dalam piring sudah bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, apalagi dimakan dengan nasi panas.
"uma ai nyaman banar!!" tapi bagi yang punya penyakit maag kambuhan hati-hati jangan kebanyakan

Choi minho


“Choi Minho”
(Shinee)

Kenapa Choi Minho  lebih pendiam dari anggota Shinee yag lain?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_fzoCLJvseind350RNiZ5-zifSWSp_luhBos6f6TOaShr857m59G8b5nZfrf5mwQTwkRhhpkO6ZteAy8Q1Ussa1Uola6csqpRA1DHm48rZo0HCzL56jilsgruaKY-cCYMl5ti1dUY0II/s400/306122_365421996849089_237862456271711_1043474_1747217520_n.jpg
” Choi minho adalah anak yang paling muda di keluarganya. dia punya kakak laki-laki, dan dibesarkan untuk mendengar baru kemudian bicara, bukan sebaliknya. Maksudnya, dia diajarkan oleh ibunya untuk menjadi seorang pengamat dan pendengar, karena kakaknya adalah anak laki-laki pertama dari garis keturunan pihak ayahnya setelah 30 tahun, jadi dia adalah pusat perhatian sementara minho menikmati hari-harinya berada di samping kakaknya  menjadi teman yang baik untuk kakanya saat dia sedang kesusahan, selalu ada untuk ibu dan ayahnya saat mereka membutuhkan … meskipun minho bukan anak yang cukup baik bagi
mereka. Itu kenapa minho lebih banyak diam, karena dia cenderung untuk mendengarkan daripada bicara.

 “Minho dikenal sebagai orang yang sangat kompetitif.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIaA8uJ_xQEofF1YxZG56VwD6fZpiLkzxnsrXhqIpW9lJp8gmqGFU61lNl5kPIDQUYUp13oWMM0p41A1adjqdJweD8ETO1VmuLZ9VRpw4Oruw4uOBVsvtFYiT5J13cn0gfouwb_rGaHGw/s400/60a2a23752602f8ed2a2d36.jpg
“Saat Minho kecil … dia ingin menjadi seorang pemain bola profesional. dia sangat suka olahraga sampai ke titik di mana dia ingin menguasai segala hal tentang sepak bola, dan ikut serta dalam setiap pertandingannya. Kehausannya untuk menang tidak pernah terpuaskan hingga itu membuat keluarganya khawatir. Suatu hari, ayahnya berkata bahwa dia menentangku mengejar hal yang sangat kuinginkan pada saat itu, dan kenyataan itu membuatku hancur. Ayahnya tidak ingin dia menjadi pemain sepak bola. Dia berkata bahwa berkarir sebagai seorang atlet tidaklah mudah, dia tau hal itu karena dia sendiri adalah pelatih sepak bola. Saat itu dia sangat bingung dan tidak tau apa yang harus dia lakukan dan ketika dia sudah bisa berpikir jernih, dia memutuskan untuk tidak akan pernah berhenti berjuang pada tiap hal yang dia lakukan. Saat dia lakukan sesuatu, akan dia lakukan hal itu dengan sepenuh hati, meskipun orang-orang di sekitarnya berkata hal itu tidak mungkin, dia tidak akan pernah mempercayai mereka dan tetap percaya pada pada dirinya sendiri. Memperjuangankan sesuatu seolah itu adalah akhir perjuanganmu... seperti tidak akan ada lagi kesempatan bagimu untuk melakukannya di lain waktu. Itulah yang memicu sisi kompetitif di dalam dirinya .. Jika dia kalah, dia akan sangat kecewa, terus menyalahkan dirinya karena kekalahan itu, dan tidak henti berkata pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukannya lebih baik di lain waktu.

Persahabatan yang tidak terlupakan


“Sahabat Terindah”
                                C360_2014-11-05-16-32-26-015.jpgc360_2014-12-04-16-45-25-676_副本.jpg
Saat ini sudah sekolah di SMK Negeri 1 Paringin dan tahun ini aku sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Selama sekolah disini aku mempunyai tiga sahabat…mereka lah yang selalu menemani hari-hariku disekolah. Jika ada masalah aku selalu bercerita kepada mereka, entah sudah seberapa sering aku bercerita kepada mereka. Dan sejak aku mengenal mereka aku baru menyadari betapa berartinya seorang teman untuk kita.
Waktu itu kami sedang duduk didepan dekat tangga sekolah, dan hampir setiap orang yang lewat selalu kami bicarakan. Seolah-olah tidak ada habis-habisnya...Setiap hari bertemu selalu saja ada cerita baru…seperti tidak ada habis-habisnya semua cerita.
Pernah suatu hari ada terjadi kesalah pahaman antara kami yang membuat hubungan kami jadi renggang. Biasa selalu ngumpul tapi hari itu malah jalan masing-masing seperti tidak kenal saja. Tapi syukurnya kesalahan pahaman itu cepat terselesaikan dan membuat hubungan kami jadi baik kembali.
Terkadang jika aku berpikir kami akan segera lulus dari sekolah ini dan mungkin kami akan jarang dan mungkin akan sulit bertemu…rasanya sangat tidak menyenangkan jika aku terpikir seperti itu. Kadang aku berpikir mungkinkah kebahagiaan kami saat ini masih bisa terjadi setelah kami lulus nanti.
Dan pasti nanti aku akan rindu masa-masa ini…disaat kami tertawa bersama dan bercanda bersama. Semoga masa-masa ini akan selalu ada sampai nanti….:)